ASALAMUALAIKUM DAN SALAM MESRA KEPADA SEMUA PELAWAT BLOG BUGISBUKANPATI.BLOGSPOT.COM.BLOG INI BUKAN BLOG POLITIK ATAU BLOG UNTUK MEMECAH BELAHKAN MASYARAKAT DISABAH.KEWUJUDAN BLOG INI SEKADAR INGIN MEMBERI PENJELASAN KEPADA UMUM,BAHAWA SUKU KAUM BUGIS YANG ADA DISABAH DAN MEMILIKI PENGENALAN DIRI YANG SAH TIDAK BOLEH DICOP ATAU DILABEL SEBAGAI PENDATANG TANPA IZIN ATAU SINGKATANNYA PATI DAN BLOG INI TIDAK BERMAKSUD UNTUK MENENTANG MANA-MANA ORGANISASI YANG ADA DISABAH.SEKIRANYA ADA ARTIKEL SAYA YANG TERLALU KASAR PENGGUNAAN AYATNYA.PEMBACA BOLEH BERIKAN KOMEN ATAU PENDAPAT YANG BERNAS DIKOTAK CBOX YANG TELAH DISEDIAKAN DIBLOG INI DAN SAYA AKAN MEMADAMKAN ARTIKEL TERSEBUT DARI BLOG INI DENGAN SERTA MERTA.

Bendera Malaysia dikenali sebagai Jalur Gemilang, mengandungi 14 jalur merah dan putih (melintang) yang sama lebar bermula dengan jalur merah di sebelah atas dan berakhir dengan jalur putih di sebelah bawah, tanda keanggotaan yang sama dalam persekutuan 13 buah negeri dan 1 kerajaan persekutuan - Johor, Kedah, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Pulau Pinang, Perak, Perlis, Sabah,Sarawak, Selangor dan Terengganu dan Kerajaan Persekutuan.


Bahagian yang berwarna biru tua di atas sebelah kiri membawa ke bawah hingga atas jalur merah yang kelima itu maknanya perpaduan rakyat Malaysia. Bahagian biru tua itu mengandungi anak bulan tanda Agama Islam - agama bagi Persekutuan (Malaysia).


Bintang pecah 14 itu tanda perpaduan 13 buah negeri dan Kerajaan Persekutuan. Warna kuning pada anak bulan dan bintang itu ialah warna Diraja bagi Duli-duli Yang Maha Mulia Raja-raja.


Sumber:http://ms.wikipedia.org/wiki/Bendera_Malaysia

BUGIS KENINGAU

JAWAPAN ARTIKEL BLOG keningaukini

>> Sabtu, 26 September 2009

www.keningaukini.com

Saya ingin menjawab artikel di blog keningaukini.com yang mengatakan bangsa bugis yang asalnya dari Sulawesi Selatan dan kini menetap di Sabah sebagai pendatang tanpa izin(PATI).Artikel blog keningaukini.com mengatakan bugis yang menetap selama ini di Sabah adalah pati ternyata tidak mempunyai fakta yang boleh dipercayai.Pada pendapat saya artikel tersebut seakan-akan satu propaganda untuk menunjukkan pada umum bahwa suku kaum bugis adalah pendatang tanpa izin di Sabah.Terus terang saya mengakui bahawa memang ada bugis yang "PATI" di Sabah.Tetapi bagaimana pula bugis yang mendapat tafaf warganegara Malaysia?Apakah mereka ini juga boleh disamakan atau dipanggil pendatang tanpa izin? Jawapannya sudah tentu mereka (pribumi) mengatakan ya,bugis itu pati.Jika saya katakan "kami bugis ada yang memiliki mykad".Mereka pula (pribumi) akan berkata mykad yang kami (bugis) miliki adalah hasil dari ic projek dan ada pula antara mereka(pribumi) yang mengatakan kami (bugis)membeli ic tersebut dari suku kaum pribumi sabah sendiri dan kemudian dipalsukan.Apapun tuduhan yang pribumi sabah ini lemparkan pada suku kaum bugis di Sabah hanyalah satu teory dan bukannya fakta sebenar.Tetapi kami (bugis) tetap pada pendirian kami bahawa mykad yang kami miliki,adalah mykad yang tulen dan dikeluarkan oleh jabatan pendaftaran Negara(JPN).Ini adalah fakta yang terbukti bahwa mykad yang suku kaum bugis miliki saat ini adalah tulen dan diiktiraf oleh kerajaan Malaysia dan bukannya palsu atau dibeli seperti yang pribumi sabahan war-war kan selama puluhan tahun.Cuba fikirkan masak-masak seorang anak yang dilahirkan dari seorang ibu pendatang tanpa izin di Sabah.Memiliki surat beranak dan bersekolah di sekolah rendah seawal usia 7 tahun sehinggalah berusia 12 tahun kemudian mendapatkan mykad sebelum memasuki sekolah menengah masih dianggap PATI.Seawal usia 7 tahun anak tersebut menyanyikan lagu sabah tanah airku setiap kali ada perhimpunan disekolah hinggalah keusia matang masih digelar PATI oleh pribumi sabahan.Pesanan saya kepada blog keningaukini.com, pemudasabah.blogspot.com dan semua forumer-forumer yang mencop bugis adalah pati.Seharusnya menarik balik pernyataan mereka kerana artikel yang mereka tulis tidak mempunyai fakta kebenaran ayatnya sama sekali dan hanya akan memecah belahkan masyarakat kita di Sabah.Jikalau ingin juga membuat andaian atau tuduhan kepada satu suku yang dianggap sebagai pendatang tanpa izin harusnya mempunyai fakta yang dapat dibuktikan secara bertulis mahupun secara sejarah.Jika tidak mempunyai bukti kukuh untuk sesuatu pernyataan maka artikel yang anda tulis hanyalah seperti cerita dongeng jadinya.Saya bukan tidak menyokong blog keningaukini.com tentang penulisan artikel kebanjiran pati di Sabah tetapi jangan libatkan nama suku kaum tersebut.Walau apa bangsa sekalipun jika memasuki Malaysia tanpa passport kita semua wajib memanggil mereka sebagai pendatang tanpa izin tapi bukan nama bangsanya.Kita cukup sebut nama negaranya saja kerana jika kita sebut nama bangsanya dan secara kebetulan bangsa yang kita sebut tadi memiliki kewarganegaraan Malaysia maka kita akan jadi malu sendiri. Kesimpulannya setiap kritikan yang kami(bugis) baca di internet tentang suku kaum bugis dicop sebagai pati tidak sedikitpun melemahkan semangat kami untuk terus berdaya-saing dengan semua suku kaum yang ada di Sabah.Sebelum saya akhiri penulisan ini terlebih dulu saya yang mewakili bugis sabahan memohon maaf sebesar-besarnya jika ada pihak yang tersinggung daripada isi kandungan artikel saya ini.Bukan niat saya menulis artikel ini untuk menyakiti hati pribumi Sabah tetapi sekadar memberi penjelasan tentang kedudukan sebenar suku kaum bugis yang telah wujud sejak tahun 1880 kalau tidak silap.Saya juga faham dan tahu bukan semua pribumi sabahan menganggap bugis pendatang tanpa izin,cuma sebilangan kecil saja yang beranggapan demikian tetapi kesannya mendalam kerana ianya disebar luaskan melalui internet dan dapat dibaca oleh semua orang.

0 ulasan:

Arung Palakka, Putra Terbaik Tanah Bugis



Arung Palakka (lahir di lamatta, mario-ri wawo, soppeng , 15 september 1634 wafat di bontoala 6 april 1696 dalam usia 61 tahun) adalah sultan bone dari tahun 1972-1696. Saat masih jadi pangeran, ia memimpin kerajaannya dalam meraih kemerdekaan dari kesultanan gowa pada tahun 1660-an. Ia bekerjasama dengan belanda dalam merebut kotamakassar.Palakka membawa suku bugis menjadi kekuatan maritim besar dan mendominasi kawasan tersebut selama hampir seabad. Arung Palakka bergelar “La Tan-ri tatta To urong To-ri SompaE Petta MalampE’E Gemme’na Daeng Serang To’ Appatunru Paduka Sri Sultan Sa’admuddin, [MatinroE-ri Bontoawala], Arung Bone.



BIOGRAFI


Lahir di lamatta, Mario ri Wawo, Soppeng, Tanggal 15 september 1634, anak dari Lapottobunna, Arung Tanah Tengnga dengan istrinya, We Tan-ri Suwi, Datu Mario-ri Wawo, anak dari La tan-ri Ruwa Paduka sri sultan adam, arumpone bone. Arung Palakka meninggal di bontoala, kerajaan gowa (sekarang kabupaten Gowa) pada tanggal 6 april 1969 di makamkan di bontobiraeng.



PERNIKAHAN

-Menikah pertama dengan Arung Kaju (bercerai)
-Menikah ke dua kalinya dengan sira Daeng Talele karaeng ballajawa pada 16 maret 1668 (bercarai pada 26 januari 1671), (lahir pada 10 september 1634, meninggal 11 februari 1721), sebelumya istri dari karaeng bontomaronu, dan karaeng karunrung’ Abdul hamid, mantan tuma bicara-butta gowa, anak perempuan dari I-MALLEWAI Daeng Manasa karaeng mataoya, karaeng cendrana dan kadang sebagai Tumalailng gowa, oleh istrinya, daeng mangeppe, anak dari I-mallingkaang daeng mannyon-ri karaeng matoaya sultan abdullah awwal al-islam, karaeng tallo.

-Menikah ketiga kalinya di soppeng, 20 juli 1673 dengan We tan-ri pau adda sange datu ri watu [matinroe_ri madello] datu soppeng, sebelumnya istri dari la suni, adatuwang sidendreng, dan anak perempuan dari La tan-ri bali beowe II, datu ri soppeng.

-Menikah ke empat kalinya pada 14 september 1684, dengan Daeng marannu, karaeng laikang (meninggal pada 6 mei 1720), sebelumnya istri dari karaeng bontomanopo muhammad, dan anak dari pekampi daeng mangempa karaeng bontomanonu, gowa.



ARUMPONE BONE


Menggantikan ibunya sebagai datu Mario_ri Wawo ke 15. Mendapatkan gelar arung palakka sebagai hadiah membebaskan rakyatnya dari penjajahan makassar. Di akui oleh belanda sebagai arung pattiru, palette, dan palakka di bone dan dautu mario-ri wawo di soppeng, bantaeng, dan bontoala, 1670.

Prinsip Orang Bugis

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Prinsip Orang Bugis

  • 1. Keturunan yang diajarkan bagaimana mempertahankan kehormatan keluarga.
  • 2. Keturunan yang dibesarkan dengan memandang perempuan sebagai simbol kehormatan keluarga.
  • 3. Keturunan yang diajarkan untuk menjaga martabat orang lain dan dirinya sendiri.
  • 4. Keturunan yang diajarkan untuk tidak tunduk kepada orang lain.
  • 5. Keturunan yang ingin bebas merdeka berjuang dan berusaha untuk bertahan hidup.
  • 6. Keturunan yang berabad abad mentalnya telah dibentuk dan ditempa dengan keras oleh gelombang
  • 7. Keturunan yang diajarkan berani menghadapi masalah dan tidak lari dari kenyataan hidup.dan
  • 8. Keturunan yang berani berbicara hanya jika ada BUKTI.

(SALAMA TOPADA SALAMA)

SUMBER: http://www.rappang.com/2009/11/prinsip-orang-bugis.html

SENARAI SIARAN BLOG SAYA

KOLEKSI CERITA PELIK

keterangan

SILA KLIK "DISINI" UNTUK PENJELASAN TENTANG BLOG SAYA

Hidup memerlukan pengorbanan,
Pengorbanan memerlukan perjuangan,
Perjuangan memerlukan kekuatan,
Kekuatan memerlukan keyakinan,
Keyakinan menentukan kejayaan,
Kejayaan membawa kebahagiaan...
Hidup tanpa cita-cita adalah mati
Cita-cita tanpa usaha adalah mimpi

DIALOG BEBAS

SENARAI BLOG SAYA

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP