Bendera Malaysia dikenali sebagai Jalur Gemilang, mengandungi 14 jalur merah dan putih (melintang) yang sama lebar bermula dengan jalur merah di sebelah atas dan berakhir dengan jalur putih di sebelah bawah, tanda keanggotaan yang sama dalam persekutuan 13 buah negeri dan 1 kerajaan persekutuan - Johor, Kedah, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Pulau Pinang, Perak, Perlis, Sabah,Sarawak, Selangor dan Terengganu dan Kerajaan Persekutuan.
Bahagian yang berwarna biru tua di atas sebelah kiri membawa ke bawah hingga atas jalur merah yang kelima itu maknanya perpaduan rakyat Malaysia. Bahagian biru tua itu mengandungi anak bulan tanda Agama Islam - agama bagi Persekutuan (Malaysia).
Bintang pecah 14 itu tanda perpaduan 13 buah negeri dan Kerajaan Persekutuan. Warna kuning pada anak bulan dan bintang itu ialah warna Diraja bagi Duli-duli Yang Maha Mulia Raja-raja.
Mengenal Watak Orang Bugis Makassar
>> Selasa, 4 Mei 2010
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
SUKU Bugis Makassar dikenal penaik darah, suka mengamuk, membunuh dan mau mati untuk sesuatu perkara, meski hanya masalah sepele saja. Apa sebab sehingga demikian? Ada apa dengan jiwa karakter suku bangsa ini?
Tidak diketahui apa sebab orang Bugis Makassar terpaksa membunuh atau melakukan pertumpahan darah, biarpun hanya perkara kecil. Jika ditanyakan kepada mereka apa sebabnya terjadi hal demikian, jarang bahkan tak satupun yang dapat menjawab dengan pasti –sehingga dapat dimengerti dengan jelas- apa penyebab ia menumpahkan darah orang lain atau ia mau mati untuk seseorang.
Ahli sejarah dan budaya menyarankan untuk mengenal jiwa kedua suku bangsa ini lebih dekat lagi dengan cara mempelajari dalil-dalil, pepatah-pepatah, sejarah, adat istiadat dan kesimpulan-kesimpulan kata mereka yang dilukiskan dengan indah dalam syair-syair atau pantun-pantunnya.Laksana garis cahaya di gelap malam, apabila kita selidiki lebih mendalam, tampaklah bahwa kebanyakan terjadinya pembunuhan itu ialah lantaran soal malu dan dipermalukan. Soal malu dan dipermalukan banyak diwarnai oleh kejadian-kejadian yang dilatari adat yang sangat kuat. Sebut saja satu, silariang (kawin lari) misalnya, atau dalam bahasa Belanda: Schaking.
Apabila seorang pemuda ditolak pinangannya, maka ia merasa malu. Lalu ia berdaya upaya agar sang gadis pujaan hati Erangkale (si gadis datang membawa dirinya kepada pemuda), atau si pemuda itu berusaha agar gadis yang dipinangnya dapat dilarikannya (silariang). Apabila hal ini terjadi, maka dengan sendirinya pihak orang tua (keluarga) gadis itu juga merasa mendapat “Malu Besar” (Mate Siri’). Mengetahui anak gadisnya silariang, segera digencarkan pencarian untuk satu tujuan: membunuh pemuda dan gadis itu! Cara ini sama sekali tidak dianggap sebagai tindakan yang kejam, bahkan sebaliknya, ini tindakan terhormat atas perbuatan mereka yang memalukan. Oleh orang Bugis Makassar menganggap telah menunaikan dan menyempurnakan salah satu tuntutan tata hidup dari masyarakatnya yang disebut adat.
Selain itu, kedua suku Bugis Makassar tersohor sebagai kaum pelaut yang berani sejak dahulukala hingga sekarang. Sebagai pelaut yang kerap ‘bergaul’ dan akrab dengan angin dan gelombang lautan, maka sifat-sifat dinamis dari gelombang yang selalu bergerak tidak mau tenang itu, mempengaruhi jiwa dan karakter orang Bugis Makassar. Ini lalu tercermin dalam pepatah, syair atau pantun yang berhubungan dengan keadaan laut, yang kemudian memantulkan bayangan betapa watak atau sifat kedua suku bangsa itu. Contoh salah satu pantun:
Takunjunga’ bangung turu’
Nakugunciri’ gulingku
Kualleangna talaanga natolia
Artinya: “saya tidak begitu saja mengikuti arah angin, dan tidak begitu saja memutar kemudi saya. Saya lebih suka tenggelam dari pada kembali.” Maksudnya, kalau langkah sudah terayun, berpantang surut –lebih suka tenggelam- daripada kembali dengan tangan hampa.
Jadi kedua suku bangsa ini memiliki hati yang begitu keras. Tapi, benarkah begitu? Justru sebaliknya, orang Bugis Makassar memiliki hati yang halus dan lembut. Dari penjelasan di atas nampaklah bahwa kedua suku bangsa ini lebih banyak mempergunakan perasaannya daripada pikirannya. Ia lebih cepat merasa. Begitu halus perasaannya sampai-sampai hanya persoalan kecil saja dalam cara mengeluarkan kata-kata di saat bercakap-cakap, bisa menyebabkan kesan yang lain pada perasaannya, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman.
Tapi, kalau kita telah mengenal jiwa dan wataknya atau adat istiadatnya, maka kita tengah berhadapan dengan suku bangsa yang peramah, sopan santun, bahkan kalau perlu ia rela mengeluarkan segala isi hatinya –bahkan jiwanya sekalipun- kepada kita.
Jika ada orang Makassar telah mengucapkan perkataan “Baji’na tau” atau “Baji’tojengi tau I Baso” (maksudnya: Alangkah baiknya orang itu atau alangkah baik hati si Baso), maka itu cukup menjadi suatu tanda, bahwa apabila ada kesukaran yang akan menimpa si Baso, maka ia rela turut merasakannya. Ia rela berkorban untuk kepentingan si Baso.
Apabila ada seseorang yang hendak mencelakai atau menghadang si Baso di tengah jalan, jika didengarnya kabar itu, maka ia rela maju lebih awal menghadapi lawan itu, meski tidak dimintai bantuannya. Ia mau mati untuk seseorang, dikarenakan orang itu telah dipandangnya sebagai orang baik. Olehnya, orang Bugis Makassar dikenal sebagai orang yang setia, solider dan kuat pendirian. Meski tak jarang yang memplesetkan kata Makassar sebagai “Manusia Kasar”.
(sumber: promosi pariwisata kota Makassar the Great Expectation to the World)
SEJARAH KAPAL PINISI
>> Isnin, 3 Mei 2010
Sayangilah Anak-Anak Yatim
>> Sabtu, 24 April 2010
Asal Kata Bugis
>> Selasa, 20 April 2010
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Kata Bugis Berasal Dari Nama La Sattumpugi
Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang/pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayahanda dari Sawerigading.
Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar didunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk Banggai, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton.
Dalam perkembangannya, komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan lain. Masyarakat Bugis ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis klasik dan besar antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa dan Sawitto (Kabupaten Pinrang), Sidenreng dan Rappang. Meski tersebar dan membentuk etnik Bugis, tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Barru. Daerah peralihan antara Bugis dan Makassar adalah Bulukumba, Sinjai, Maros, Pangkajene Kepulauan. Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Polmas dan Pinrang.
Karena masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir, maka kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah pedagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi Birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.
Konflik antara kerajaan Bugis dan Makassar serta konflik sesama kerajaan Bugis pada abad 16,17,18 dan 19, menyebabkan tidak tenangnya daerah Sulawesi Selatan. Hal ini menyebabkan banyaknya orang Bugis bermigrasi terutama didaerah pesisir. Komunitas Bugis hampir selalu dapat ditemui di daerah pesisir di nusantara bahkan sampai ke Malaysia, Filipina, Brunei dan Thailand. Budaya perantau yang dimiliki orang Bugis didorong oleh keinginan akan kemerdekaan.
Sumber : http://blog.yudihardis.com/
Prinsip Orang Bugis
>> Jumaat, 9 April 2010
• 1. Keturunan yang diajarkan bagaimana mempertahankan kehormatan keluarga.
• 2. Keturunan yang dibesarkan dengan memandang perempuan sebagai simbol kehormatan
keluarga.
• 3. Keturunan yang diajarkan untuk menjaga martabat orang lain dan dirinya sendiri.
• 4. Keturunan yang diajarkan untuk tidak tunduk kepada orang lain.
• 5. Keturunan yang ingin bebas merdeka berjuang dan berusaha untuk bertahan hidup.
• 6. Keturunan yang berabad abad mentalnya telah dibentuk dan ditempa dengan keras oleh gelombang
• 8. Keturunan yang berani berbicara hanya jika ada BUKTI.
(SALAMA TOPADA SALAMA)
SUMBER: http://www.rappang.com/2009/11/prinsip-orang-bugis.html Read more...
Asal Usul Raja Bugis
>> Sabtu, 3 April 2010
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Asal Usul Raja Bugis
PERISTIWA ‘pendaratan’ pertama:
dipercaya bahwa yang mula-mula menjejakkan kakinya di daratan Sulawesi ialah “Tamboro Langi”. Lelaki perkasa ini berdiri di puncak gunung Latimojong. Ketika itu, daratan Sulawesi masih tergenang air, hanya puncak gunung Lompobattang yang mencuat di sebelah selatan, dan puncak gunung Latimojong di tengah-tengah.
Tamboro Langi lalu memproklamirkan diri sebagai utusan dari langit untuk memimpin manusia. Dengan kata lain, dia mengangkat dirinya sebagai raja dan rakyat harus tunduk padanya.
Tamboro Langi kawin dengan Tande Bilik, yaitu seorang dewi yang muncul dari busa air sungai Saddang. Puteranya yang sulung bernama Sandaboro, beranakkan La Kipadada. La Kipadada inilah yang membangun 3 buah kerajaan besar, yakni: di Rongkong asal mulanya kerajaan Toraja, di Luwu asal mulanya kerajan Bugis, dan di Gowa asal mulanya kerajaan Makassar.
Laksana garis nasib setiap peradaban, setelah keturunannya mengalami masa kejayaan, kerajaan-kerajaan tersebut mengalami kemunduran yang berakibat kekacauan.
Untuk mengatasi kekacauan ini, ‘pendaratan’ kedua terjadi. Kali ini yang diutus masih seorang laki-laki bernama Batara Guru. Batara Guru kawin dengan We Nyilitimo, puteri dari Pertiwi (Bumi bawah) dan memperoleh putera yang diberi nama Batara Lattu. Batara Lattu kawin dengan We Opu Sengngeng, puteri dari Masyrik. Dari perkawinan mereka ini maka lahirlah puteranya yang bernama Sawerigading.
Sawerigading membentuk sebuah kerajaan besar (negara) yaitu kerajan Luwu di Palopo, yang di bawahnya terdiri dari kerajaan-kerajaan yang masing-masing merdeka dan berdaulat, seperti: Kerajaan Toraja, Palu, Ternate, Bone, Gowa, dll.
Kejayaan masa Sawerigading menemui pula kemunduran dan berakhir vakum; tujuh turunan lamanya tak ada raja si Sulawesi Selatan yang memerintah, sehingga yang memegang pemerintahan hanya penduduk isi dunia yang asli.
‘Pendaratan’ ketiga pun akhirnya tiba. Namun pendaratan kali ini terdapat beberapa orang To Manurung sekaligus pada beberapa tempat di tanah yang berbeda-beda, seperti di Toraja, Luwu, Bugis, dan Makassar, yang menjadi pokok asal raja-raja yang memangku kerajaan hingga saat ini.
To Manurung di Luwu bernama Sempurusiang, kawin dengan Pattiajala, puteri yang muncul dari air. To manurung di Bone bernama Matasilompoe, kawin dengan To Manurung perempuan di Toro. To Manurung di Gowa adalah seorang perempuan, kawin dengan Karaeng Bayo dari Pertiwi. To Manurung di Bacukiki memperistrikan To Manurung di Lawaramparang, dan turunannya menjadi raja di tanah-tanah sebelah barat danau Tempe (Ajatapparang) dan di sepanjang lereng gunung (Massinrinpulu).
Lalu, bagaimana corak pemerintahan mereka? Era Tamboro Langi’ adalah era pemerintahan yang absolute monarchi, yaitu kehendak raja saja yang jadi; rakyat cuma tahu tunduk dan menerima titah raja. Sementara pada peristiwa To manurung ketiga, corak pemerintahannya sudah agak demokrasi mesti diakui belum sempurna.
Peribahasa Bugis menyebutkan: “Makkeda tenribali, mette tenrisumpalang.” Artinya: “Berkata tak dapat dilawan, menyahut tak dapat disalahkan”. Gambaran akan sifat Absolute monarchie; apa yang dikatakan raja, itulah yang benar.
Namun sedikit berbeda ketika kejadian To Manurung di Gowa. Ketika To manurung menjejakkan kakinya di Tamalate, Patcallaya atas nama rakyat Gowa datang ke hadapan To Manurung, dan berkata: “Ana’mang, bainemang, iapa nakulle nipela, punna buttaya angkaeroki.” Artinya: Anak kami, istri kami, hanya dapat disingkirkan kalau tanah (rakyat) yang menghendaki.
Nampak di sini sifat-sifat demokrasi yang mulai berkembang ketika itu, bahwa seorang raja tidak bisa berbuat semaunya saja tanpa persetujuan adat. Hal ini dikuatkan oleh bukti ketika Tepu Karaeng Daeng Tarabung, Karaeng Bontolangkasa, raja Gowa ke XIII (1590-1593) diterjang gelombang pemberontakan oleh rakyatnya sendiri, lantaran memerintah secara zalim. Beliau ‘diusir’ dari kerajaannya pada tahun 1593.
Sumber: Majalah Makassar Terkini
SUMBER ARTIKEL SAYA COPY DARI: http://www.rappang.com
Read more...
86 KFC Britain halal
>> Rabu, 31 Mac 2010

BURTON-ON-TRENT - Seorang pelanggan restoran makanan segera Kentucky Fried Chicken (KFC) di Britain berang selepas dia gagal mendapatkan hidangan kegemarannya kerana premis berkenaan kini cuma menyediakan makanan halal, lapor sebuah akhbar semalam.
"Saya tidak percaya apa yang saya dengar. Pekerja restoran itu memberitahu daging halal tidak boleh disediakan di tempat yang sama dengan daging babi.
"Justeru, saya tidak mendapat daging babi saya," kata pelanggan itu, Alan Phillips.
"Ia seperti menyatakan saya tidak boleh membeli daging babi kerana ia mungkin menyinggung perasaan orang lain," tambahnya.
Lelaki itu kemudian diberitahu bahawa dia perlu pergi ke cawangan KFC lain yang terletak lapan kilometer dari restoran tersebut jika mahu membeli Big Daddy iaitu burger ayam bercampur daging babi, keju dan salad.
Ia berikutan restoran KFC itu di sini, daerah Staffordshire, England adalah antara 86 daripada 750 restoran KFC yang menjual daging dan hidangan halal di Britain.
Pihak pengurusan KFC memperkenalkan konsep halal itu secara percubaan di kawasan-kawasan yang ramai penduduk Islam.
Jurucakap KFC, Nina Arnot berkata, konsep halal itu dijangka dilaksanakan selama beberapa bulan bagi melihat sambutan pelanggan.
-- Agensi
Nota:Sumber berita dipetik dari kosmo online
Dimana ada kemahuan disitu ada jalan
>> Sabtu, 20 Mac 2010
Salam mesra semua,lama juga rasanya saya tidak menulis artikel disebabkan kesibukan bekerja dan juga belajar kursus programmer computer.Antara program computer yang saya pelajari selepas habis waktu bekerja ialah cara memasang windows pada pc atau laptop yang bermasalah akibat jangkitan virus.Selain belajar memasang windows saya juga belajar cara membuat software portable dan banyak lagi.Semua yang saya pelajari ini akan saya manfaatkan suatu hari nanti bila kembali ke Sabah.Kini saya berusaha keras untuk mengumpul modal untuk membuka sebuah kedai computer di Keningau.Kata orang,dimana ada kemahuan disitu pasti ada jalan.Insyah ALLAH….Nantikan kejayaanku diKeningau….
Agensi Malaysia dan Indonesia cari jalan kurangkan kos ambil pekerja
>> Isnin, 1 Mac 2010
JAKARTA — Agensi-agensi pekerja asing Indonesia dan Malaysia hari ini sepakat untuk mencari jalan bagi mengurangkan kos pengambilan pekerja Indonesia ke Malaysia dalam usaha mengurangkan beban kepada pekerja dan majikan. Kesepakatan ini dicapai dalam satu perjumpaan di Kedutaan Besar Malaysia di sini selepas kedua-dua pihak membentangkan struktur kos bagi pengambilan tenaga kerja Indonesia untuk dihantar ke Malaysia, yang didapati melibatkan perbelanjaan berjumlah RM6,100. Perjumpaan yang diatur atas inisiatif Kedutaan Besar Malaysia di sini, membabitkan penyertaan 55 orang, yang mewakili Assosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), Persatuan Agensi Pembantu Rumah Asing Malaysia (Papa) serta agensi-agensi pekerja asing di Indonesia. Dalam perbincangan yang dipengerusikan oleh Duta Besar Malaysia Datuk Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan itu, agensi pekerja asing di kedua-dua belah pihak menyatakan kesediaan untuk melihat bagaimana kos itu dapat dikurangkan. Selain kos tetap yang dikenakan oleh kerajaan Indonesia dan Malaysia mengikut keperluan undang-undang dan peraturan, kos-kos lain seperti kos latihan dan kos penajaan didapati terlalu tinggi sehingga menyebabkan kos pengambilan pekerja itu menjadi besar. - Bernama Nota:Sumber berita dipetik dari kosmo onlineTERKINI
Agensi Malaysia dan Indonesia cari jalan kurangkan kos ambil pekerja


.jpg)








